Penjelasan Pengobatan Qur’ani

April 9, 2016

Pada kesempatan ini Penulis ingin membahas tentang Metode Pengobatan Qur`ani berbasis ilmu hikmah yang Penulis pelajari dari Ustadz Penulis di salah satu pesantren di kota Tasikmalaya. Bilamana ada kekurangan atau ketidakcocokan dengan pengetahuan para pembaca miliki mohon agar dimaafkan, dan jadikanlah perbedaan pandangan itu sebagai rahmat dan khasanah kekayaan berpikir kita semua.

Amin ya robbal `Alamin.

Dalam penjelasan materi ini sengaja penulis  tidak mengikuti aturan / kaedah-kaedah ilmiah yang umum berlaku layaknya presentasi sebuah tulisan ilmiah, tapi penulis memilih cara dengan mengulas beberapa pertanyaan-pertanyaan tapi tetap dalam koridor ilmiah.

Penulis membuat sebuah kerangka  berupa pertanyaan-pertanyaan yang bisa mewakili materi secara keseluruhan.

Pertama-tama Penulis akan memulai dengan :

1/.Apa itu ilmu hikmah ?

2/.Mengapa metode ini Penulis namakan Pengobatan Qur`ani dan apa yang dinamakan Pengobatan Qur`ani itu  ?

3/.Terus,Bagaimana bisa Al Qur`an menjadi penyembuh terhadap tubuh manusia ?

4/.Bagaimana cara Pengobatan Qur`ani ini ?

5/.Apasih Pengaruh AlQur`an itu terhadap organ tubuh ? terus apa bisa diukur?

6/.Lalu, Sampai dimana jangkauan Pengobatan Qur`ani ini ?

7/.Dan, sejauh mana tingkat kerberhasilannya ?

8/.Penyakit dan kasus apa saja yang sudah berhasil disembuhkan ?

9/.Apakah Pengobatan Qur`ani ini hanya terbatas pada kelompok Muslim saja ?

1/.Apa itu ilmu hikmah ?

Sekilas akan Penulis jelaskan apa itu Ilmu Hikmah,

Seperti sudah banyak kita ketahui, ada banyak orang yang menamakan perguruannya / padepokannya / ilmunya sendiri dengan nama  Al-Hikmah, sampai-sampai ada yang menamakan dirinya sendiri sebagai Ahli Hikmah, padahal yang diajarkan hanya sebatas pengajaran / pengembangan ilmu kanuragan yang berbasis ilmu pernafasan.

Tapi tidak ada salahnya juga dengan penamaan tsb. hanya saja aplikasinya masih terlalu sempit dan pengertiannya masih dangkal sekali.

Pengertian yang benar adalah dengan mengembalikan nama tersebut ke asal nama itu sendiri berasal, yaitu berasal dari salah satu nama dan sifat dzatiyah Allah swt.

Secara singkat, Al-Hikmah merupakan salah satu sifat Dzatiyah Allah yang berarti “Bijaksana”, Sifat ini terkait dengan sifat-sifat Allah yang lain seperti sifat Al-Ilmu (mengetahui) dan Al Khibroh ( Mengetahui ).

“ Ilmu Allah “ meliputi segala sesuatu, baik secara global maupun terperinci.

“ Kebijaksanaan Allah “ berlaku di dunia dan di akhirat.

Apabila Allah menyempurnakan sesuatu, maka sesuatu itu tidak akan mengandung kerusakan.

Hal ini tertera jelas dalam Al Qur`an di surah Yusuf : 100

 

QS-Yusuf-100

“Artinya : Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [Yusuf : 100].

dan Al An-`am:18,

QS-AlAnam-18

“Artinya : Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Al-An’am : 18]

Ilmu Hikmah adalah Ilmu yang diturunkan Allah untuk melihat segala sesuatu bukan dari apa yang nampak, justru melihat sesuatu pelajaran dan manfaat yang terkandung di dalam sebuah peristiwa.

Kemudian sasaran ilmu Hikmah adalah ILMU yang AMALIAH, AMAL yang ILMIAH yang menuju kepada ILMU yang MANFAAT. Tentu semua itu harus menempuh jalan syar`i.

Dengan demikian ilmu ini akan memberikan kebaikan kepada pemiliknya dan memberi manfaat kepada lingkungannya. Sebab itu Allah memerintahkan manusia agar mencari ilmu atau berilmu sebelum berkata dan beramal.

2/.Mengapa metode ini Penulis namakan Pengobatan Qur`ani dan apa yang dinamakan Pengobatan Qur`ani itu ?

Sebetulnya dasar dari metode  ini adalah Ilmu Hikmah. Tapi karena begitu banyaknya penafsiran yang berbeda tentang  pengertian Ilmu Hikmah di masyarakat, maka Penulis putuskan memberi nama metode ini dengan nama “Pengobatan Qur`ani” dengan tujuan agar masyarakat ( baik muslim,terutama sekali yang non muslim ) bisa langsung tahu maksudnya, paling tidak sudah punya gambaran yang mendekati benar.

Pengobatan Qur`ani adalah suatu methode pengobatan berbasis ilmu Hikmah yang dikembangkan oleh para ulama Islam dengan menggunakan ayat-ayat Al Qur`an yang dipercaya /diyakini  “bisa menjadi ” obat dan penawar ( hati ) dari berbagai penyakit.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Isra`:82 yang berbunyi:

QS-AlIsro-82_

“Dan kami turunkan dari Al Qur`an suatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman “

3/.Bagaimana bisa Al Qur`an menjadi penyembuh terhadap tubuh manusia ?

Dalilnya adalah seperti yang dijelaskan oleh  firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Isra`:82 yang berbunyi:

“ Dan kami turunkan dari Al Qur`an suatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman “

Jadi Al Qur`an adalah Obat, bisa sebagai penyembuh.

Salah satu buktinya adalah sebuah riwayat dari  Imam Bukhori bahwa salah seorang sahabat Nabi saw bernama Abu said Al Qudri membacakan surat Al Fatihah ( Ummul Qur`an) kepada seseorang yang digigit ular dan ternyata pulih kesehatannya.

Penjelasan :

Perhatikan, Al Fatihah terdiri dari 7 ayat. Bukankah seperti yang kita kenal secara empiris bahwa angka 7 banyak mewakili hal-hal yang kita kenal sehari-hari, sebagai contoh : 7 keajaiban dunia, 7 perintah Tuhan,7 warna pelangi , 7 lapis atmosfir, 7 lapis kulit bumi, 7 hari, 7 tangga nada ,ph7 dan sebagainya.

Jadi dengan membaca 7 ayat Al Fatihah sama dengan mengeluarkan 7 nada “SUARA“   ayat-ayat suci Allah berupa “ GELOMBANG “ yang mengandung ayat-ayat suci yang menghasilkan sesuatu “ ENERGI “ pengobatan dari ayat-ayat suci   yang diperlukan tubuh  dalam keadaan tidak setimbang.

Skema :

SUARA (ayatAlQur`an)–àGELOMBANG (suci)–àENERGI (pengobatan).

Disini terjadi terapi bioelektrik + bioheat, yang bisa dipancarkan melalui tangan ( jari-jari / telapak tangan ), atau berupa vocal-suara atau dengan pikiran ( gelombang otak ). Gelombang energi tersebut akan menembus ruang dan waktu menuju sasaran jauh atau dekat. Gelombang-gelombang tersebut menembus tubuh dan menyebabkan normalisasi (kondisi setimbang) kimia di dalam tubuh ( Ph =7), sehingga tubuh menjadi sehat kembali. Suatu kesetimbangan “ kimiawi “ secara proses faal anatomi dan kejiwaan.

4/.Kemudian, Bagaimana cara Pengobatan Qur`ani ini ?

Cara Pengobatan Qur`ani adalah sebagai berikut :

1).Ayat Al Qur`an yang dipilih ditulis dengan tinta ja`faron pada suatu wadah yang suci seperti mangkok atau piring atau media kertas,(Lihat photo)

Kertas-1

2).Lalu celupkan agar tulisannya larut dalam air yang suci ( lihat photo )

Kertas-2Kertas-3

3).Kemudian air tersebut diminum secara berulang-ulang ( bisa 3 hari, 5 hari, atau 7 hari) tergantung dengan berat ringannya kasus penyakit tersebut.

Dengan izin-Nya si penderita sakit bisa segera sembuh dari penyakitnya.

Dengan “ Kekuatan Kesetimbangan “ yang dimiliki AlQur`an, maka ayat-ayatnya dipercaya akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap fungsi organ-organ tubuh, secara biologis dan kejiwaan.

5/.Apasih Pengaruh AlQur`an itu terhadap organ tubuh ? terus apa bisa diukur?

Jawaban dikutip dari website harun yahya ( juga dari situs :http://swaramuslim.net) adalah secara medis telah dinyatakan bahwa Tegang dan Cemas bisa mengarah kepada pengurangan ( defisiensi ) kekebalan tubuh manusia  terhadap  penyakit. Semakin tidak stabil ( tidak setimbang ) kondisi kejiwaan dan kegelisahan seseorang, maka semakin terbuka peluang / rentan orang tersebut  terserang penyakit. AlQur`an mengembalikan ketidaksetimbangan tersebut hingga mengarah kepada peningkatan system  kekebalan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Tubuh menjadi sehat dan  kuat terhadap serangan penyakit.

Dr. Ahmed El Kadi di  Missouri, USA melakukan riset terhadap pengaruh AlQur`an terhadap tubuh manusia.

Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap 3 kelompok manusia:
1. Muslim yang bisa berbahasa Arab.
2. Muslim yang tidak bisa berbahasa Arab
3. Non-Muslim yang tidak bisa berbahasa Arab.

Pengaruh ini diukur dan dicatat dengan menggunakan seperangkat peralatan elektronik perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston untuk mengukur gejala-gejala perubahan seperti terlihat perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh, perubahan-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, volume darah yang mengalir pada kulit dan suhu badan.

Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal:

(i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer,  dan

(ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh.

Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.
Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara spontanitas. Ini terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, volume darah mengalir pada kulit, dan suhu badan. Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya.

Penjelasan hasil penelitian ini dipresentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Misouri, Agustus 1984.

Jadi dari riset yang dilakukan oleh Dr. Ahmed El Kadi di  Missouri, USA ternyata diketahui pengaruh Al Qur`an bisa diukur dan bisa  menurunkan ketegangan syaraf yang akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, stamina tubuh membaik dan akan menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Hasilnya 97% percobaan berhasil menemukan perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara spontanitas.

6/.Terus, Sampai dimana jangkauan Pengobatan Qur`ani ini ?

Jawabannya :Sangat luas. Mulai dari pengobatan penyakit (medis – non medis ) sampai ke hajat positif kehidupan manusia.

7/.Kemudian, sejauh mana tingkat kerberhasilannya ?

Jawaban : Relatif,tergantung pada tingkat keyakinan si pelaku, baik si sakit atau si penyembuh selama proses pengobatan itu. Jika si sakit tidak layak menerima pengobatan dan si Penyembuh tidak mampu memberikan pengaruh apa-apa maka kesembuhan tidak akan terjadi.

Kesembuhan akan terjadi bila :

  1. Ada kesesuaian obat dengan penyakit.
  2. Kesungguhan orang yang mengobati dan orang yang diobati bisa menerimanya.

Tentu saja kita juga harus percaya kepada ketentuan dari Allah swt.   Allah hanya memerintahkan kita ikhtiar, tapi hasil akhirnya tetap dari Allah swt. Oleh karena itu dalam menghadapi segala masalah, manusia perlu menjaga hatinya agar selalu berprasangka baik kepada Allah, agar Allah selalu memberikan hikmah dan manfaat kesembuhan kepada kita.

8/.Penyakit dan kasus apa saja yang sudah berhasil disembuhkan ?

Penyakit / keluhan yang berhasil disembuhkan berdasarkan pengakuan dari para penderita ,misalnya;

1.keluhan sering buang air kecil setiap malam. Sampai 20 x dalam semalam.

2.Tangan sakit, badan lumpuh sebelah ( kasus servical syndrome).

3.Sering muntah-muntah, padahal sudah berobat ke RS.

4.Jalan enggak kuat, karena nafas pendek, kaki bengkak-bengkak.

5.Pusing, sakit kepala.

6.Sesak nafas.

7.Enggak bisa menstruasi lagi ( masih umur produktif)

8.Sakit gigi terus ( sudah ke dokter gigi)

9.Sering sakit-sakitan tanpa sebab (sudah ke RS)

10.Anak kecil rewel setiap malam.

12.Penyakit-penyakit non medis lainnya.

13.Penyakit kulit / gatal, padahal sudah beberapa bulan berobat ke dokter spesialis kulit ( kasus 22 Februari 2016, Bpk. Juadi Hp. 085255439566, Kota Kendari Sulawesi Tenggara ).

Penyakit-kulit

9/Apakah Pengobatan Qur`ani ini hanya terbatas pada kelompok Muslim saja?

Jawab : Pengobatan ini tidak terbatas pada satu kelompok tertentu ( Muslim) saja,tapi untuk segenap manusia yang memerlukan manfaatnya. Hal ini sudah dibuktikan dengan hasil penelitian dari Dr. Ahmed El Kadi  terhadap kelompok responden Muslim dan Non-Muslim. Juga  sesuai dengan firman Allah dalam AlQur`an surat Yunus : 57

QS-Yunus-57

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit [yang berada] dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (57)

Beberapa hal penting yang perlu digaris bawahi.

  1. Basis Metode pengobatan qur`ani adalah ilmu hikmah yaitu ILMU AMALIAH yang menuju kepada ILMU yang MANFAAT.
  1. Dari hasil penelitian Dr. Ahmed El Kadi sungguh sudah terlihat jelas bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap fungsi organ-organ tubuh, secara biologis dan kejiwaan.
  1. Dengan Pengobatan Qur`ani maka tubuh ditingkatkan kekebalan dan daya tahannya terhadap serangan penyakit sekaligus mengobati penyakit yang sudah ada / bersarang di tubuh tersebut.
  1. Kesembuhan akan terjadi bila : (1). Ada kesesuaian obat dengan penyakit. (2). Kesungguhan orang yang mengobati dan orang yang diobati bisa menerimanya.

Note : dengan tetap tidak melupakan ketentuan Allah swt.

  1. Metode Pengobatan Qur`ani bisa diaplikasikan pada pengobatan penyakit medis dan non-medis.
  2. Jangkauan applikasi metode pengobatan ini sangat luas sampai ke solusi keinginan positif manusia.
  3. Applikasi pengobatannya tidak terbatas pada kelompok tertentu ( Muslim ) saja, tapi untuk segenap manusia yang memerlukan manfaatnya.

Pertanyaan –pertanyaan lain yang berhubungan,

1/.Bagaimana efeknya terhadap penyakit NON-MEDIS ? Apa tanda-tanda atau parameter yang bisa dipakai untuk proses pengobatannya ?

Penyakit Non-Medis disini adalah suatu penyakit / keluhan yang tidak bisa dijelaskan /dibuktikan secara uji  klinis sebab maupun jenisnya.

AlQur`an datang memang sebagai petunjuk bagi segenap manusia, membimbing manusia ke jalan yang lurus, bukan jalan yang dimurkai atau jalan yang sesat. Dengan

Izin-NYA kita  boleh bertawasul dengan ayat-ayat AlQur`an, niscaya  kita akan dihindarkan dari kejahatan dan kekejian manusia, jin maupun setan. Caranya yang paling ampuh adalah kita menempuh jalan Taqwa ( jalan syar`i, jalan hikmah ), memperbanyak membaca AlQur`an, banyak-banyak mengingat Allah.

Adapun tanda-tanda atau parameter non medis yang bisa digunakan adalah relative tipis sekali dengan penomena penyakit medis. Hanya bisa diketahui dengan mata Qalbu. Banyak ayat-ayat dan doa-doa yang bisa dipakai untuk pengobatan jenis penyakit ini. Mulai dari ayat-ayat  popular seperti Al fatihah,Al Ikhlas, Al Falaq, An-nas, surat Qursy sampai ke doa`doa mashur yang biasa dipakai oleh nabi Muhammad maupun sahabatnya terus sampai ke doa`doanya para Auliyah. Cara-caranyapun berkembang berbeda-beda, ada yang dibaca, ada yang ditulis lalu diminum, ada yang ditulis dalam bentuk rajah dan lain sebagainya. Yang penting cara-cara tersebut tidak keluar dari jalan syar`i atau jalan Hikmah.

2/.Terus, adakah hubungan yang erat antara Surat2 di Al Qur’an dengan penyakit yang akan diobati? Punyakah daftarnya?

Alqur`an bukanlah buku medis yang ayat-ayatnya ada korelasi dengan penyakit-penyakit tertentu, Walaupun ada beberapa ayat-ayatus syifa didalamnya. Ayat-ayat itupun tidak mengkaitkan secara spesifik ke penyakit tertentu. Alqur`an hanya menjelaskan bahwa ia sebagai penyembuh ( hati ) dan rahmat bagi umat manusia secara universal. Memang berdasarkan beberapa riwayat, bahwa Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya pernah melakukan pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Qur`an , tapi tidak ada keterangan korelasi medis bahwa ayat -ayat tersebut ada hubungan dengan penyakit yang disembuhkan.

Terapi Alqur`an adalah terapi spiritual ( non Fisik or Kimiawi ) tapi dipercaya bisa menyembuhkan penyakit medis. Sudah banyak bukti dari pengalaman bahwa penyakit medis bisa disembuhkan dimana terapi medis Barat atau Timur sudah angkat tangan. Bukankah kesembuhan tidak selalu datang dari terapi medis ?

“Kesembuhan bagi orang beriman adalah Rahmat Allah “sehingga ia mendapat kesembuhan. Rahmat itu bisa datang dari cara pengobatan Medis or non Medis.

Jadi memang tidak ada daftar / korelasi  spesifik antara ayat-ayat Alqur`an terhadap penyakit-penyakit tertentu. Alqur`an hanya menjelaskan bahwa ia sebagai penyembuh dan rahmat Sekali lagi secara universal. Memang benar para Ulama Ahli Hikmah secara empiris melakukan pengobatan suatu penyakit dengan ayat-ayat tertentu, tapi itupun berdasarkan riwayat-riwayat dari pengobatan yang dilakukan Rasullullah beserta para sahabatnya ditambah pengalaman spiritual mereka sendiri. Tidak ada standart baku dalam pengobatan ini, walaupun ada beberapa ayat yang selalu dipakai secara berulang-ulang untuk suatu pengobatan. Jadi Terapi Alqur`an adalah terapi spiritual, yang dengan ayat-ayatNYA ( yang manapun) kita berharap semoga Allah menurunkan RahmatNYA agar kita bisa mendapatkan kesembuhan.

3/.Kemudian ada pertanyaan, Bagaimana cara mendapatkan ilmu itu ?

Dalam hal ini  Imam Syafi’i mengatakan. Kamu tidak akan memperoleh ilmu, kecuali dengan enam hal: kecerdasan, gemar belajar, sungguh-sungguh, memiliki biaya, bergaul dengan guru, dan perlu waktu lama.

4/.Ada juga yang bertanya apa itu ikhlas dalam beramal ?

Ikhlas dalam beramal itu maksudnya adalah niat amal itu semata kita tujukan kepada Allah.  Ikhlas hanya dalam hati, tak seorangpun yang mengetahui dan hanya Allah saja yang melihat.

Bedakan pengertian ikhlas dalam pengertian bahasa kita sehari hari dengan pengertian ikhlas dalam pengertian agama ( syar`i).

Dalam bahasa sehari-hari , bisa jadi artinya tanpa pamrih. Tapi dalam pengertian agama adalah segala sesuatu yang ditujukan kepada Allah. Jadi yang dicari adalah Mardhotillah. Justru mardhotillah ini  adalah Pamrih yang paling besar dan malahan sangat-sangat  diridhoi Allah. Jadi tidak ada salahnya beribadah itu pamrih ,selagi ditujukan kepada Allah. Bukankah Allah juga berjanji akan memberi ganjaran kepada umatnya yang beramal sholeh, juga ancaman kepada umatnya yang durhaka.

Tentang ikhlas beramal ini Allah telah firmankan dalam Al qur`an di surat Al Kahfi:111  yang berbunyi : “ maka barang siapa yang ada harapan ( keinginan ) untuk menjumpai Allah, hendaklah ia melakukan amal baik, dan janganlah mempersekutukan dengan sesuatu apapun dalam menyembah Tuhan “. ( Faman Kaana LaQooan……..)

5/.Kemudian bagaimana dengan adanya pendapat “Menjual ayat-ayat Allah “ , ketika minta / menerima imbalan jasa dalam praktek pengobatan Qur`ani ini.

Sebelum menjawab pertanyaan itu Penulis ingin terlebih dahulu membahas pengertian apa itu “ menjual ayat-ayat Allah “ .

Menjual ayat-ayat Allah adalah suatu perbuatan menawar hukum yang sudah paten dalam Alqur`an dan hadits, kemudian senang “ mencipta / mengada-ada “ hukum dan memaksa-maksakan dalil, lalu menyulap hal-hal yang haram menjadi halal.

Contoh konkritnya sebagai berikut;

Permainan judi yang pada hakekatnya adalah haram hukumnya, namun disulap menjadi halal dengan alasan darurat untuk kepentingan agama, misalnya untuk disumbangkan kepada pembangunan masjid atau sarana pendidikan agama. Hal tersebut dilakukan dengan mengaburkan hukum yang asli dengan menempatkan alasan Darurat. Dengan alasan darurat maka hasil judi untuk kepentingan agama mereka bolehkan. Inilah contoh orang-orang yang suka menawar-nawar hukum yang sudah ditetapkan. Jadi demikianlah contoh dan pengertian dari “ menjual ayat-ayat Allah “. Barangkali orang yang menjadi tukang sulap syara` tersebut bertumpu pada hadits Nabi : “ segala amal perbuatan itu bergantung pada niatnya  ”. Karena kekurangpahaman dan tidak memiliki seperangkat ilmu agama maka hadits tersebut ditelan bulat-bulat tanpa direnungkan dan dipikir.

Dengan ilmu, Kita akan bisa memasang niat ikhlas, dengan ilmu kita pasang iktikad baik atas amalan yang diperintahkan dan amalan yang dimubahkan, kemudian dengan ilmu pula kita menghindari perbuatan-perbuatan yang tercela yang dimurkai Allah.

Upah /jasa merupakan salah satu bentuk amal mu`amalah dibolehkan yang diatur sesuai dengan ajaran dan tuntutan agama dibahas dalam bab upah mengupah (ijaroh) dalam kitab-kitab Fiqh.

Sabda Rasullullah saw. , dari Ibnu Abbas, riwayat Bukhori dan Muslim.

`Anibni  `Abbasi Rodiallaahu anhumaa  `Aninnabiyyi Qoola

Ahaqqu maa akhoztum `alaihi AJRON KITAABULLAAH ta`ala,

Yang artinya Pekerjaan yang lebih berhak kamu menerima upahnya ialah AJRON

KITAABULLAAH ta`ala.

Jadi menerima atau meminta imbalan / upah dalam batas kewajaran adalah amalan mu`amalah yang dimubahkan, bukan perbuatan atau amalan tercela yang dimurkai Allah.

Ditulis oleh Ir.Jaafar  Dahlan.

Jakarta, 18 May 2007, jam 14.00 p.m